Kamis, 31 Januari 2019

    Pemilik Mobil Listrik di RI Bakal Dapat Diskon Isi Daya




    Jakarta - PT PLN (Persero) akan mendorong penggunaan mobil listrik. Caranya, dengan memberi potongan harga atau diskon pada penggunaan listrik rumah konsumen yang memiliki mobil listrik.

    Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi F Roekman menerangkan, berdasarkan pengalaman negara yang telah menggunakan mobil listrik, 85% melakukan pengisian daya di rumah. Sisanya, pengisian dilakukan di pusat perbelanjaan atau kantor.

    "Dari pengalaman beberapa negara yang sudah mulai mobil listrik duluan itu, 85% mereka nge-charge di rumah, 10% ngecharge di kantor, mal yang butuh 1-4 jam. Kalau rumah 6-8 jam," terangnya kepada detikFinance, Jumat (18/1/2019).

    Sementara, terang Syofvi beban listrik PLN turun mulai pukul 22.00 hingga pukul 04.00. Maka dari itu, PLN akan memberikan potongan harga di jam-jam tersebut.


    "Kalau listrik di rumah Rp 1.467 per kWh, kita kasih diskon, kalau orang punya mobil listrik akan diberikan diskon saat nge-charge mobil listrik. Kita kan punya smart meter, kita tahu nge-charge jam berapa, jam berapa. Jam itu kita diskon," terangnya.

    Menurut Syofvi, diskon ini tidak membebani PLN. Syofvi mengatakan, PLN juga tak perlu melakukan investasi baru karena beban PLN turun saat malam. Justru, kata dia, beban pembangkit PLN stabil dengan charge mobil listrik di malam hari itu.

    Selain diskon penggunaan, lanjut Syofvi, PLN juga akan memberi diskon pada peningkatan daya listrik.

    "Berarti kalau nge-charge ibarat nambah AC, 1, 2, 3 akan tambah daya, PLN akan berikan (diskon) tambah daya," ujarnya.


    PLN sendiri akan memberikan diskon ini setelah pemerintah merilis Peraturan Presiden (Perpres) mobil listrik.

    "Kita sih memang kami menunggu peraturan pemerintah mobil listrik, kemarin presiden mulai rapat untuk melihat kapan bisa dikeluarkan, pemerintah keluarkan peraturan itu, kita akan keluarkan ini (diskon)," ujarnya.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sebelumnya mengatakan, Perpres mobil listrik akan rilis tahun ini. Dia menyebut, tak ada kendala dalam penerbitan Perpres ini.

    "Tidak ada kendala, dan saya kira ini difinalkan, terus diparaf semua, dinaikkan ke Bapak Presiden. Saya kira cepat kok, mestinya nggak sampai lah kalau sampai akhir tahun, sebenar lagi lah, ditunggu," kata Jonan di Gedung Pusat UGM, Bulaksumur, Sleman, Jumat (18/1/2019). (/zlf)

    Xpander Cari Target Baru Usai Tikung Avanza dari Garuda Indonesia



    Jakarta - Persaingan sengit Avanza-Xpander tidak hanya terjadi di pasar konsumen perorangan. Persaingan pun juga terjadi di sisi penjualan kendaraan perusahaan sebagai kendaraan operasional.

    Terakhir tahun 2018 lalu Xpander berhasil memutuskan hubungan Avanza dengan Garuda yang bekerja sama sebagai penyuplai kendaraan operasional.

    Tak sampai di sana Xpander berencana akan mencari target baru untuk kebutuhan komersil suatu perusahaan.


    Hal ini ditegaskan oleh Director of Sales PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Michimasa Koni saat ditemui usai peresmian Diler Mitsubishi Motors di kawasan Cilegon, Banten (30/1/2019).

    "Akhir 2018 lalu kita baru saja melakukan transaksi dengan Garuda untuk kendaraan operasional mereka. Setelah itu kami sedang mencoba untuk mempromosikan Xpander ke perusahaan lain yang membutuhkan jasa kami," ujar Kono.

    Kono yakin Xpander sangat cocok dengan perusahaan yang membutuhkan kendaraan untuk mengakomodir pegawainya. Selain itu tentunya Xpander sangat ekonomis untuk finansial sebuah perusahaan.

    "Ini produk yang bagus untuk kendaraan perusahaan yang bisa mengakomodasi pegawai. pelanggan dan tentunya juga ekonomis," ujarnya.


    Meskipun sudah ada diskusi mengenai pelanggan baru tersebut, Xpander belum mengungkapkan siapa yang akan menjadi partner mereka selanjutnya. Selain itu Mitsubishi tidak menutup kemungkinan kendaraan mereka lainnya yang menjadi pilihan sebagai kendaraan perusahaan.

    "Untuk selanjutnya siapa mitra kami akan segera kami kabarkan. Untuk kendaraannya apa ini tergantung kebutuhan kustomer, bisa saja Outlander Sport, Triton, Atau Pajero Sport tergantung konsumen dan kebutuhan perusahaannya seperti apa, jadi tidak cuma Xpander saja," pungkas Kono

    Harga Mobil Hybrid Tembus Rp 600 Juta, Tak Sesuai Kantong Orang RI




    Jakarta - Perpres kendaraan listrik hampir rampung, salah satu fokusnya adalah mendorong Indonesia memiliki mobil kendaraan listrik berbasis baterai. Untuk versi hybrid, plug-in dan kawan-kawannya tidak dibahas dalam aturan tersebut.

    Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara mengatakan untuk kendaraan listrik model hybrid memang saat ini belum dapat terjangkau masyarakat Indonesia.


    "Kalau dari anggota Gaikindo sudah ada, masalahnya cuma harganya masih tinggi karena yang paling murah kurang lebih Rp 500 juta, kalau di Indonesia itu kan masih jauh dijangkau oleh daya beli masyarakat kita, dan upaya itu yang sedang dicari," ujar Kukuh usai diskusi Masyarakat Konservasi & Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) di Auditorium Green Office Park, Rabu (30/01/2019).

    "Hybrid yang paling murah pun sekitar 500 sampai 600 juta, itu kan diluar daya beli, sementara masyarakat kita yang paling laku LCGC," kata Kukuh.

    Menurut Kukuh banyak hal yang masih menjadi kendala dalam mengembangkan mobil listrik di Tanah Air, salah satunya adalah pemilihan baterai yang cocok di wilayah Indonesia yang beriklim tropis.

    "Banyak masalah teknis yang perlu diselesaikan oleh Indonesia, karena negara ini tropis, usia masa pakai baterai berkurang, itu pun belum banyak kajian, selama ini kajiannya di negara-negara sub tropis dan negara dingin sehingga baterainya bisa lebih tahan lama, itu juga suatu hal yang harus diselesaikan," ujar Kukuh.


    Pepres kendaraan listrik saat ini hanya fokus ke kendaraan listrik murni baterai terlebih insentif hanya akan diberikan bagi produsen yang mau merakit di Indonesia. Saat dimintai tanggapan, ia mengatakan belum mengkaji lebih lanjut.

    "Arahnya ke EV, saya belum tau Perpres detailnya seperti apa, itu kan untuk salah satu (model kendaraan listrik) lebih ke Batery Electric Vehicle, kan baru dengarnya tadi," ungkap Kukuh.

    Kurang Laris di Indonesia, VW Tiguan Sudah Terjual 5 Juta Unit di Dunia



    Jakarta - Di bawah Indomobil memang penjualan Volkswagen (VW) di Indonesia bisa dikatakan jauh dari kata gemilang. Meski demikian VW saat ini masih menjadi salah satu raja penjualan mobil di dunia. Bahkan untuk satu model seperti VW Tiguan saja, mobil ini sudah terjual hingga 5 juta unit.

    Di Indonesia sendiri, Volkswagen mengalami penurunan pada 2018 mencapai 511 unit. Padahal pada 2015, 605 unit mobil VW dikirim ke konsumennya. Namun bukan berarti produk ini tidak unggul, karena seperti satu model Tiguan yang juga diperkenalkan di Indonesia, diterima dengan baik di dunia.



    "Tiguan memiliki sejarah yang panjang, dan telah diproduksi hingga 5 juta unit dan telah dikirim ke tangan konsumen. Bisa dilihat bagaimana team kami bekerja, penuh dengan semangat, antusias, untuk terus memproduksi. Demi meraih sukses dan semakin kuat di segmen SUV," ujar Member of the Board of Management, Dr. Andreas Tostmann.

    Sebagai catatan, mobil Tiguan pertama kali diproduksi pada 2007 di Wolfsburg, dan pada 2008 produksi meningkat hingga 120.000 unit. Memasuki 2011, Tiguan masih diproduksi dengan mengusung mesin baru waktu itu, yakni mesin 2.0 TDI.



    Tepat pada 2015 Tiguan masih diproduksi bahkan tercatat 500.000 unit telah terjual, dan menjadi mobil paling laris di Amerika. Selain itu mobil ini mengusung platform MQB, dengan mesin bi-turbo TDI yang mampu yang menyemburkan 240 tenaga kuda.

    Pada 2017, Tiguan resmi memperkenalkan satu model baru yang memiliki 7 penumpang dan mencapai total penjualan hingga 700.000 unit pada 2017. Memasuki tahun 2018 Tiguan kembali meraih kesuksesan penjualan dan mencapai 800.000 penjualan. (lth/ddn)

    Senin, 14 Januari 2019

    Dibanderol Rp 5 Miliaran Lebih, SUV Ganas Mercy Sudah Laku 10 Unit

    Dibanderol Rp 5 Miliaran Lebih, SUV Ganas Mercy Sudah Laku 10 Unit

    M Luthfi Andika - detikOto
    Mercedes-Benz G 63 AMG Foto: M Luthfi Andika Mercedes-Benz G 63 AMG Foto: M Luthfi Andika
    Yogyakarta - Mobil SUV (Sport Utility Vehicle) Mercedes New AMG G 63 hadir di Indonesia dengan banderol Rp 5,4 miliaran off the road. Namun untuk pencinta mobil jip yang menginginkannya harus bersabar ya, karena New AMG G 63 baru akan dikirim ke tangan konsumen Maret 2019.

    Jumlah pemesan mobil menurut data Mercy sudah mencapai 10 unit.

    Hal tersebut disampaikan Departement Manager Product and Pricing PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Radite Erlangga, di sela-sela acara Hungry for Adventure di Yogyakarta.



    "Sebenarnya model ini sudah hadir di Indonesia itu sejak tahun lalu. Tapi karena ada aturan pembatasan barang impor, jadi kami belum bisa meluncurkannya," katanya.

    Namun Radite menambahkan, konsumen tidak perlu khawatir. Karena urusan surat menyurat kendaraan ini akan selesai dalam waktu dekat.

    "Homologasi sedang berjalan, Maret awal harusnya sudah mulai menjual ke konsumen. Soalnya konsumen sudah ada yang nunggu, order sudah dapat 10 unit," katanya.



    Di kesempatan yang sama Radite menjelaskan, mendatangkan seri G-Class saat ini sudah sangat tepat. Karena Mercedes mendatangkan terakhir kali seri G-Class itu pada 2017 lalu. "2017 kita masih terima order, terakhir dikirim ke konsumen 2017 awal, abis itu habis dan ini yang generasi baru. Punya kita masih proses homogolasi-nya," katanya.

    "Untuk model yang kami perkenalkan ini merupakan Edition One, dan ini akan menjadi standar Mercedes-Benz G 63 AMG. Model ini ada beberapa tambahan variasi seperti pelek ada list merahnya, dan beberapa interior yang bisa diorder untuk Edition One," tambahnya. (ddn/ddn)

    Avanza 2019 Meluncur, Harga Tidak Naik!

    Avanza 2019 Meluncur, Harga Tidak Naik!

    Ridwan Arifin, Rangga Rahadiansyah - detikOto
    Peluncuran Avanza dan Veloz Foto: Rangga Rahadiansyah Peluncuran Avanza dan Veloz Foto: Rangga Rahadiansyah
    Jakarta - Avanza 2019 resmi diluncurkan. PT Toyota Astra Motor (TAM) sudah memperbarui MPV berjuluk mobil sejuta umat ini. Avanza 2019 tidak mengalami kenaikan harga.

    Avanza 2019 dibanderol mulai Rp 188.600.000 on the road Jakarta. "Varian mesin dan transmisi hampir sama dengan sebelumnya. Soal harga, memang fitur-fitur baru sudah ada di New Avanza dan New Veloz. Kali ini sama sekali tidak ada kenaikan harga," kata Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Kazunori Minamide di sela-sela peluncuran Avanza 2019 di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (15/1/2019).
    Toyota menawarkan beberapa pilihan Avanza 2019. Ada Avanza 2019 dengan mesin 1.300 cc, ada pula yang bermesin 1.500 cc. Sama seperti pendahulunya, Avanza 2019 masih menggunakan mesin dengan teknologi Dual VVT-i.

    Adapun pilihan Avanza 2019 antara lain 1.3E M/T (transmisi manual), 1.3E A/T (transmisi otomatis), 1.3G M/T, 1.3G A/T, dan 1.5G M/T. Sementara model tertingginya, Veloz 2019 memiliki tipe 1.3 M/T, 1.3 A/T, 1.5 M/T, dan 1.5 A/T.

    Sementara varian warna Avanza 2019 tersedia, yakni Black metalid, Bronze, Dark Blue, Dark Red Mica Metallica, Silver Metallic, White.


    Berikut detail harga Avanza 2019 dan Veloz 2019:

    - New Avanza 1.3 E STD M/T Rp 188.600.000
    - New Avanza 1.3 E STD A/T Rp 199.800.000
    - New Avanza 1.3 E M/T Rp 191.100.000
    - New Avanza 1.3 E A/T Rp 202.300.000
    - New Avanza 1.3 G M/T Rp 208.950.000
    - New Avanza 1.3 G A/T Rp 219.650.000
    - New Avanza 1.5 G M/T Rp 221.250.000
    - New Avanza Veloz 1.3 M/T Rp 215.650.000
    - New Avanza Veloz 1.3 A/T Rp 227.650.000
    - New Avanza Veloz 1.5 M/T Rp 227.650.000
    - New Avanza Veloz 1.5 A/T Rp 239.450.000

    Mitsubishi Recall Pikap Kembaran Suzuki Carry

    Mitsubishi Recall Pikap Kembaran Suzuki Carry

    Rangga Rahadiansyah - detikOto
    Mitsubishi Colt T120SS. Foto: Dok. Mitsubishi Mitsubishi Colt T120SS. Foto: Dok. Mitsubishi
    Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap pikap kembaran Suzuki Carry, yaitu Mitsubishi Colt T120SS. Program Field Fix Campaign (Kampanye Perbaikan) untuk kendaraan niaga ringan itu menjadi wujud kepatuhan terhadap ketentuan yang diatur didalam Peraturan Perundang-undangan yang berlaku khususnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 33 Tahun 2018 Tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor.

    Pikap itu memiliki masalah di bagian transmisi. Masalah yang sama juga dialami kembarannya, Suzuki Carry yang diumumkan belum lama ini.

    "Program kampanye perbaikan ini merupakan komitmen dan tanggung jawab Mitsubishi Motors Corporation dalam menjaga kualitas kendaraan secara berkesinambungan serta memberikan jaminan layanan purnajual berkualitas untuk terus memastikan keamanan dan kenyamanan berkendara bagi para pengguna kendaraan Mitsubishi di Indonesia. Kami mengundang para konsumen setia kendaraan penumpang Mitsubishi dengan model dan tahun kendaraan yang dimaksud untuk dapat melakukan pemeriksaan kendaraannya di diler resmi kami dengan prosedur yang mudah dan kompensasi penggantian part terkait tanpa biaya," kata Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division MMKSI dalam siaran persnya.



    Kampanye pemeriksaan dan/atau perbaikan ini akan melibatkan 5.431 unit Colt T120SS produksi tahun 2018. Mobil-mobil itu akan diperbaiki komponen High Speed Gear Shift Shaft (Selektor Pemindah Gigi).

    Kampanye recall ini dilakukan karena ditemukan kurang presisinya dimensi komponen internal transmisi yaitu High Speed Gear Shift Shaft (Selektor Pemindah Gigi). Dalam hal ini terdapat potensi posisi transmisi gigi-5 terkunci dan tidak dapat dipindahkan ke gigi manapun pada saat kondisi kendaraan berjalan.

    Kurang presisinya dimensi komponen Selektor Pemindah Gigi tersebut disebabkan oleh kurang tepatnya penempatan jig/dudukan komponen Selektor Pemindah Gigi saat proses pengelasan disisi produksi.



    MMKSI melalui diler kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di seluruh Indonesia akan mengirimkan surat undangan pemeriksaan tersebut diatas kepada konsumen yang kendaraannya terlibat dalam kampanye ini tanpa dikenakan biaya apapun. Kampanye ini akan dimulai tanggal 17 Desember 2018 di seluruh diler resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia. Konsumen dapat menghubungi diler resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kampanye perbaikan ini, sekaligus melakukan Service Booking untuk kemudahan dalam pengaturan waktu perbaikan mulai tanggal 17 Desember 2018.

    Kegiatan ini memiliki estimasi durasi pemeriksaan selama 1 jam dan perbaikan selama 6 jam. Bila dari hasil pemeriksaan terhadap kendaraan konsumen diperlukan penggantian suku cadang tersebut maka konsumen berhak menerima kompensasi penggantian Oli Mesin & Filter Oli secara gratis.

    Konsumen dapat mengetahui informasi lokasi dan kontak diler resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi melalui website www.mitsubishi-motors.co.id/cari-dealer. (rgr/ddn)

    Harga Xpander Akan Terus naik..pesen dari sekarang

    Pesan Xpander Sekarang, Harga Bisa Naik Tahun Depan

    Ridwan Arifin - detikOto
    Mitsubishi Xpander Foto: Mitsubishi Mitsubishi Xpander Foto: Mitsubishi
    Depok - Mitsubishi Xpander yang bermain di segmen mobil Low Multi Purpose Vehicles (LMPV) sempat beberapa kali alami kenaikan harga.

    Di awal Januari 2018 misalnya, Mitsubishi sempat menaikkan harga Xpander sebanyak Rp 3 juta untuk seluruh varian. Sementara itu pada Agustus 2018, Xpander kembali mengalami kenaikan harga sebesar Rp 2 juta sebagai efek dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dan pada Oktober 2018, naik lagi sekitar Rp 3 juta.




    Tidak dapat dipungkiri memasuki tahun 2019, harga jual Xpander juga diprediksi bakal melambung lagi. Bahkan bagi pemesanan yang dilakukan di akhir tahun 2018, bisa-bisa ikut kenaikan harga di tahun 2019.

    "Pesan sekarang, kemungkinan harganya mengikat di tahun 2019, tapi aku nggak tahu kapan naiknya, sekarang paling lama inden itu satu bulan," ungkap salah satu sales counter Mitsubishi di bilangan Depok, Jawa Barat.

    "Tapi kalau harga belum naik, ya ikut yang harga 2018, kisaran harga naik sekitar Rp 2 - 3 Juta, kita ikutin aturan pusat saja," tambahnya.

    Hal tersebut senada dengan apa yang dikatakan oleh Head of Sales and Marketing Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Imam Chaeru Cahya beberapa waktu lalu.

    "Berkaitan dengan harga Xpander tahun depan tentunya kami tidak bisa bicara lebh detail pastinya biasanya ada kenaikan, terutama minimum ada dari BBN (Bea Balik Nama), karena BBN pasti berubah pasti biasanya sekitar kurang lebih 5%," ujar Imam Chaeru Cahya saat ditemui di acara Xpander Tons of Reals Happiness di Palembang, Sumatera Selatan.

    Mari kita lihat harga Xpander saat ini seperti detikOto kutip dari brosur diler Mitsubishi daerah Depok per Desember 2018.
    • New Xpander Ultimate 4 AT Rp 255.900.000
    • New Xpander GLS 4 AT Rp 228.600.000
    • New Xpander Exceed 4 AT Rp 235.000.000
    • New Xpander Sport 4 AT Rp 247.200.000
    • New Xpander Sport 5 MT Rp 237.200.000
    • New Xpander Exceed 5 MT Rp 224.600.000
    • New Xpander GLS MT Rp 217.600.000
    • New Xpander GLX 5 MT Rp 201.100.000
    (riar/ddn)

    Dalam Satu Tahun, Harga Xpander Naik 4 Kali Bogor

    Dalam Satu Tahun, Harga Xpander Naik 4 Kali

    Dina Rayanti - detikOto
    Mitsubishi Xpander. Foto: Muhammad Ridho Mitsubishi Xpander. Foto: Muhammad Ridho
    Jakarta - Low MPV Xpander menjadi primadona baru dari Mitsubishi. Mobil tersebut pun ramai-ramai diburu orang Indonesia. Selain karena menawarkan desain yang lebih segar, masuk di segmen MPV gaya Xpander mirip SUV.

    Dari segi harga, Xpander pun bisa dibilang bersaing dibandingkan para kompetitornya. Tetapi harga Xpander tak bertahan lama sejak peluncurannya.


    Bahkan tercatat sepanjang tahun 2018, Mitsubishi menaikkan harga Xpander karena ada beberapa faktor salah satu di antaranya adalah nilai tukar dolar AS yang terus menguat terhadap rupiah

    Dalam catatan detikOto, Mitsubishi menaikkan harga Xpander pada Januari, Mei, Agustus, dan terakhir Oktober 2018. Sebagai perbandingan saat pertama kali menjalani debutnya pada Agustus 2017, Xpander versi termurah yakni tipe GLX Manual dibanderol Rp 189,05 juta. Sedangkan saat ini GLX manual dibanderol Rp 201,1 juta.


    Berikut daftar harga Xpander mengutip situs resmi Mitsubishi (27/12/2018).
    1. GLX M/T : Rp 201.100.000
    2. GLS M/T : Rp 217.600.000
    3. Exceed M/T: Rp 224.600.000
    4. GLS A/T: Rp 228.600.000
    5. Exceed A/T: Rp 235.000.000
    6. Sport M/T: Rp 237.200.000
    7. Sport A/T: Rp 247.200.000
    8. Ultimate A/T: Rp 255.900.000

    Sebagai perbandingan berikut harga Xpander yang diumumkan Agustus 2017 lalu:
    1. GLX M/T: Rp 189.050.000
    2. GLS M/T: Rp 208.550.000
    3. Exceed M/T: Rp 214,550,000
    4. Exceed A/T: Rp 224.950.000
    5. Sport A/T: Rp 237.150.000
    6. Ultimate A/T: Rp 245.350.000

    Buat tahun depan, Mitsubishi pun telah menyebut harga Xpander bakalan naik seiring dengan kenaikan BBN yang ditentukan pemerintah setiap tahunnya.

    "Kita kan terakhir naik harga Oktober ya, itu sekitar Rp 3 juta. Nah, ditanya Januari naik atau nggak, pasti naik, minimal kenaikannya itu sebab BBN, tapi besarnya berapa, kita tunggu dari pemerintah, katanya mau dipercepat antara Januari/Februari 2019," ujar Head of Sales & Marketing Group PT MMKSI Imam Choeru Cahya, di Tangerang, Selasa (11/12/2018). (dry/ddn)

    Siap-siap Harga Mobil Baru Bakal Naik!

    Siap-siap Harga Mobil Baru Bakal Naik!

    Dina Rayanti - detikOto
    Penjualan mobil. Foto: Grandyos Zafna Penjualan mobil. Foto: Grandyos Zafna
    Jakarta - Otolovers ada yang berencana beli mobil dalam waktu dekat? Sebaiknya siapkan kocek berlebih ya karena harga jual mobil-mobil yang ada di Indonesia bakalan naik.

    Kenaikan harga jual mobil tersebut sudah lumrah terjadi setiap tahunnya. Hal itu merujuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang mengalami kenaikan di awal tahun.


    Kenaikan harga mobil ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi para produsen mobil untuk menawarkan mobilnya.

    "Kita harap tidak ada banyak aturan atau kebijakan baru dari pemerintah yang akan mempengaruhi harga dan daya beli konsumen pada tahun mendatang," jelas Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Jongkie D Sugiarto beberapa waktu lalu.

    Sebelumnya para pabrikan seperti Daihatsu dan Mitsubishi pun telah menyebut harga-harga mobilnya bakalan meranjak naik karena adanya BBN.

    "Berkaitan dengan harga Xpander tahun depan tentunya kami tidak bisa bicara lebh detail pastinya biasanya ada kenaikan, terutama minimum ada dari BBN (Bea Balik Nama), karena BBN pasti berubah pasti biasanya sekitar kurang lebih 5%," ujar Imam Choeru Cahya.


    Hal senada juga disampaikan Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor yang memastikan deretan mobil Daihatsu akan naik harga.

    "Bulan Januari 2019 pasti naik harga mobil Daihatsu, alasan naiknya itu adanya perubahan BBN," tutup Amelia.

    Soal besaran kenaikan harga mobil dikembalikan lagi ke masing-masing pabrikan. Karena masing-masing memiliki formula perhitungannya sendiri.

    "Berapa besarannya nanti diberi tahu setelah keputusan final. Untuk mobil apa saja yang akan naik itu juga nanti baru bisa diberi tahu, untuk sekarang yang pasti harga akan naik per Januari 2019," kata Direktur Pemasaran dan Layanan (dry/rgr)

    Toyota C-HR Hybrid Bakal Susul Camry ke Indonesia

    Toyota C-HR Hybrid Bakal Susul Camry ke Indonesia

    Dina Rayanti - detikOto
    C-HR Hybrid. Foto: Dina Rayanti C-HR Hybrid. Foto: Dina Rayanti
    Jakarta - Aturan soal mobil listrik belum juga diketok Presiden Joko Widodo. Hal itu membuat para produsen mobil masih ogah untuk memboyong mobil listriknya ke Indonesia.

    Seperti sudah rahasia umum mobil listrik di Indonesia masih bisa dihitung jari. Sekalipun ada, harganya selangit. Mobil hybrid misalnya. Mengusung dua tenaga penggerak yakni motor listrik dan mesin bensin membuat pajaknya mahal karena dihitung dua mesin.


    Model mobil hybrid yang cukup eksis di Indonesia adalah Toyota Camry. Camry versi hybrid dibawa Toyota ke Indonesia pada tahun 2012. Camry hybrid diklaim Toyota sangat bisa diterima konsumen Indonesia.

    "Camry hybrid menjadi mobil hybrid terlaris di Indonesia," kata Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Yoshihiro Nakata di kawasan Kuningan, Jakarta.

    Toyota tidak ingin mobil hybridnya hanya identik pada model Camry saja. Pabrikan asal Jepang itu juga sedang mempelajari kemungkinan membawa C-HR hybrid ke Tanah Air.


    "Kita memang lagi planning dan mobil ini memang sudah launching di negara-negara lain seperti Thailand kita memang lagi mempelajari mungkin timing yang tepat, spesifikasi tepat berdasarkan masukan dari C-HR sebelumnya karena itu kan memang berada di segmen itu," jelas Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy.

    "C-HR hybrid kita memang secara seriously sedang mempelajari dimana kalau cukup baik kita berencana introduce," ucapnya. (dry/ddn)